Top
  >  Blog   >  Kembali Terbang dari Husein Sastranegara, dari Bandung Menuju Bali

Ada rasa senang tersendiri ketika sebuah perjalanan dimulai dari tempat yang dekat dengan rumah. Perasaan itu saya rasakan ketika kembali menginjakkan kaki di Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Pagi itu saya bersiap menuju Bali. Perjalanan kali ini bukan sekadar perjalanan biasa, karena saya berangkat sebagai salah satu delegasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menghadiri KONASPI XII (Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia XII) Tahun 2026. Ini juga menjadi pengalaman pertama saya pergi ke Bali dalam rangka kegiatan tersebut.

Yang membuat perjalanan ini terasa berbeda adalah titik keberangkatannya. Saya tidak perlu pergi jauh untuk mengejar pesawat. Cukup menuju Husein Sastranegara, yang lokasinya relatif dekat dengan rumah. Bagi saya, ini menjadi salah satu hal yang cukup menyenangkan dari kembali adanya penerbangan dari Bandung.

Sejak memasuki kawasan bandara, saya sudah merasa cukup excited. Suasananya terasa akrab. Melihat papan keberangkatan, penumpang yang mulai berdatangan, ruang tunggu, sampai pesawat yang terlihat di apron, semuanya membuat saya kembali merasakan suasana sebuah bandara yang sedang memulai aktivitasnya.

Bagi warga Bandung, Husein Sastranegara tentu bukan nama yang asing. Bandara ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan kota. Letaknya yang dekat dengan pusat Bandung juga membuat Husein memiliki karakter tersendiri. Banyak orang tentu memiliki cerita tentang bandara ini, entah pernah mengantar keluarga, menjemput kerabat, atau menggunakannya untuk bepergian ke berbagai kota.

Husein juga memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Nama bandara ini diambil dari Husein Sastranegara, salah satu tokoh penerbang Indonesia. Keberadaannya pun sudah menjadi bagian dari sejarah perkembangan penerbangan di Bandung.

Karena itu, melihat aktivitas penerbangan kembali berlangsung di Husein memberikan perasaan yang cukup menyenangkan. Apalagi bagi saya, bandara ini punya keistimewaan tersendiri karena lokasinya dekat dengan rumah. Rasanya menyenangkan bisa berangkat dari Bandung tanpa harus menempuh perjalanan jauh terlebih dahulu untuk menuju bandara.

Pagi itu saya melihat papan informasi penerbangan. Ada tujuan Jakarta, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Medan, dan beberapa kota lainnya. Saya kemudian berpikir, ternyata sederhana saja sebenarnya yang membuat sebuah bandara terasa hidup. Ada pesawat yang datang dan pergi, ada orang yang menunggu keberangkatan, ada keluarga yang mengantar, dan ada orang-orang yang sedang memulai perjalanan mereka masing-masing.

Tujuan saya pagi itu adalah Denpasar, Bali.

Perjalanan ini menjadi semakin menarik karena saya berangkat sebagai bagian dari delegasi UPI untuk menghadiri KONASPI. Sebagai dosen, kegiatan seperti ini tentu menjadi kesempatan untuk bertemu dengan banyak rekan dari perguruan tinggi lain, bertukar pengalaman, mengikuti berbagai pembahasan tentang pendidikan, dan melihat perkembangan yang sedang terjadi di dunia pendidikan Indonesia.

Tetapi sebelum semua agenda itu dimulai, ada perjalanan kecil yang juga cukup saya nikmati, yaitu perjalanan dari Bandung menuju Bali melalui Husein Sastranegara.

Duduk di ruang tunggu sambil melihat aktivitas di luar membuat saya merasa bahwa perjalanan dari Bandung sekarang terasa lebih sederhana. Tidak perlu melakukan perjalanan panjang terlebih dahulu. Dari Bandung, kita bisa langsung menuju Bali.

Bagi saya, hal seperti ini cukup berarti.

Bandara yang dekat memang memberikan kemudahan. Bukan hanya bagi orang yang bepergian untuk urusan pekerjaan, tetapi juga bagi dosen, mahasiswa, pelaku usaha, wisatawan, keluarga, dan masyarakat yang membutuhkan mobilitas ke kota lain.

Bandung sendiri merupakan kota dengan aktivitas yang sangat beragam. Ada pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, teknologi, bisnis, hingga berbagai kegiatan nasional dan internasional. Semua itu membutuhkan konektivitas yang baik.

Karena itu saya berharap kembalinya penerbangan dari Husein Sastranegara tidak berhenti sampai di sini. Semoga semakin banyak rute domestik yang bisa dilayani dan semakin banyak pilihan penerbangan yang tersedia bagi masyarakat Bandung.

Kalau boleh berharap lebih jauh, tentu akan menyenangkan jika suatu saat nanti Husein kembali melayani penerbangan internasional.

Membayangkan bisa berangkat dari Bandung langsung menuju Malaysia, Singapura, Bangkok, atau bahkan hingga Australia tentu menjadi sesuatu yang menarik. Apalagi Husein sendiri memiliki sejarah pernah melayani penerbangan internasional.

Semoga saja.

Perjalanan menuju Bali akhirnya dimulai. Dari jendela bandara, saya sempat melihat landasan dan aktivitas di sekitar apron. Ada pesawat yang sedang dipersiapkan, ada penumpang yang berjalan menuju pesawat, dan ada kesibukan kecil yang menjadi bagian dari sebuah keberangkatan.

Tidak lama kemudian, Bandung mulai saya tinggalkan.

Sesampainya di Bali, saya kembali teringat pada perjalanan pagi tadi. Ternyata sebuah perjalanan bisa memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain.

Bagi saya, perjalanan kali ini bukan hanya tentang Bali dan KONASPI. Ada pengalaman tersendiri karena bisa kembali terbang dari Husein Sastranegara, sebuah bandara yang lokasinya begitu dekat dengan rumah dan sudah menjadi bagian dari cerita Kota Bandung.

Semoga Bandara ini terus berkembang. Semoga semakin banyak kota yang bisa dijangkau dari Bandung. Dan mudah-mudahan suatu hari nanti kita bisa melihat lebih banyak lagi tujuan internasional di papan keberangkatan bandara ini.

Semoga harapan itu suatu saat bisa menjadi kenyataan.